AUDIT REFORMASI: Menggugat Pengkhianatan Mandat 1998
Agar bisa baca buku, silakan Masuk dulu!
MasukAUDIT REFORMASI: Menggugat Pengkhianatan Mandat 1998
Rp 210.000,00
"Kekuasaan itu memiliki titik henti, namun ketamakan sering kali buta akan nisan sejarah."
Dua puluh delapan tahun lalu, Reformasi 1998 lahir dari janji suci untuk mengubur KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) dan otoritarianisme. Kita merayakannya sebagai fajar baru kedaulatan rakyat. Namun, hari ini, di bawah terik matahari kekuasaan yang kian menyengat, kita dipaksa menyaksikan kenyataan pahit: Reformasi sedang dikubur oleh anak kandungnya sendiri.
Melalui audit data yang tajam dan tak terbantahkan, buku ini membedah bagaimana:
Korupsi tidak lagi diperangi, melainkan dilegalkan melalui rekayasa undang-undang.
Demokrasi ditekuk demi melayani syahwat politik dinasti yang vulgar.
Partai Politik bertransformasi menjadi korporasi pemburu rente yang menguras sumsum negara.
Hukum berubah menjadi karpet merah bagi para pengkhianat mandat rakyat.
Buku ini bukan sekadar ratapan atas kegagalan. Di dalamnya, tertuang Manifesto Pemulihan yang radikal—mulai dari tuntutan perampasan aset koruptor hingga pembubaran partai politik yang korup. Penulis juga membawa kita berefleksi pada etika ksatria masa lalu; tentang bagaimana Soeharto dan Habibie menyikapi "ujung waktu" kekuasaan mereka dengan martabat, sebuah kontras tajam bagi penguasa hari ini yang sibuk merekayasa konstitusi demi ambisi abadi.
Ini adalah dokumen perlawanan melalui data. Sebuah peringatan keras bahwa jika kita mendiamkan pembajakan demokrasi hari ini, kita sebenarnya sedang memesan tempat di masa depan yang sama kelamnya dengan masa lalu yang pernah kita tumbangkan.
377 halaman
A5 (14,8 x 21 cm)
Softcover glossy
Hvs


