Darah di Bubat: Antara Cinta, Ambisi, dan Takdir Nusantara
(0 User reviews)
162
Sriedigital Media
2026
201
Ketika rombongan Galuh tiba di Lapangan Bubat dengan hati penuh cinta, mereka justru disambut oleh ujung tombak.
Agar bisa baca buku, silakan Masuk dulu!
Masuk
Dua Kerajaan. Satu Perjanjian. Seribu Tahun Luka.Trowulan sedang bersolek, merayakan mimpi Maharaja Hayam Wuruk untuk meminang Dyah Pitaloka Citraresmi, bunga tercantik dari Kerajaan Galuh. Sebuah pernikahan yang dijanjikan akan menyatukan Nusantara dalam damai, tanpa tetesan darah. Namun, di balik bayang-bayang pilar emas Majapahit, sang Mahapatih Gajah Mada memiliki rencana lain. Baginya, tak ada tempat bagi kesetaraan; yang ada hanyalah penundukan di bawah Sumpah Palapa. Ketika rombongan Galuh tiba di Lapangan Bubat dengan hati penuh cinta, mereka justru disambut oleh ujung tombak. Dalam satu hari yang terkutuk, cinta berubah menjadi amuk, dan pernikahan berubah menjadi pembantaian. Inilah kisah tentang harga diri yang tak terbeli, pengkhianatan yang tak termaafkan, dan luka sejarah yang tetap basah meski zaman telah berganti.
There are no reviews for this eBook.
There are no comments for this eBook.
You must log in to post a comment.
Log in


